<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kkssmk12's Blog</title>
	<atom:link href="http://kkssmk12.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kkssmk12.wordpress.com</link>
	<description>ngkeu heula</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2008 02:04:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kkssmk12.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kkssmk12's Blog</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kkssmk12.wordpress.com/osd.xml" title="Kkssmk12&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kkssmk12.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penyuuuuuuu&#8230;.are U cARE????</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/12/03/penyuuuuuuuare-u-care/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/12/03/penyuuuuuuuare-u-care/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 02:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel KnowLedge's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[PASIR putih membentang sepanjang pantai Pulau Bangkaru. Ombak kecil yang mendesir di bibir pantai membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati pemandangan indah nan menawan di pulau asing itu. Di balik keindahan itu, Pulau Bangkaru ternyata menyimpan segudang masalah. Habitat Penyu Hijau dan Penyu Belimbing yang ada di Pulau Bangkaru, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, terancam punah. Padahal, dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=30&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PASIR putih membentang sepanjang pantai Pulau Bangkaru. Ombak kecil yang mendesir di bibir pantai membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati pemandangan indah nan menawan di pulau asing itu. Di balik keindahan itu, Pulau Bangkaru ternyata menyimpan segudang masalah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Habitat Penyu Hijau dan Penyu Belimbing yang ada di Pulau Bangkaru, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, terancam punah. Padahal, dua jenis penyu itu merupakan spesies langka di </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">. Kepunahan dua jenis penyu itu disebabkan telur-telur yang dihasilkan penyu banyak dikonsumsi manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Telur yang dihasilkan penyu belimbing dan hijau berkisar antara 250 dan 300 biji dalam semalam. Penyu-penyu itu bertelur di sepanjang pantai pasir putih yang terhampar sepanjang 1.300 meter yang ada di Pulau Bangkaru. Setiap malam, warga di </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">sana</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> berburu telur penyu untuk dikonsumsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Akibat perburuan telur penyu hijau dan belimbing ini, kelangsungan hidup kedua penyu langka di Pulau Bangkaru ini pun terancam punah. Ironisnya lagi, di saat penyu-penyu itu terancam punah, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil malah menyewakan pengelolaan pulau tersebut kepada Rosmali, yang lebih dikenal dengan sebutan Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">. Kini, Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> lah yang memasarkan telur-telur penyu langka itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Sebagai pengusaha yang memenangkan tender pengelolaan pulau tersebut sejak empat bulan lalu, Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> harus menyetor Rp 1.000.000 per bulan kepada Pemkab Aceh Singkil, yang nantinya masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Setelah menandatangani “kontrak” dengan Dinas Pendapatan Daerah, jadilah Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> sebagai penguasa Pulau Bangkaru. Dia juga menjadi juragan telur penyu. Pulau Bangkaru itu dijaga dua pekerja Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">. Sementara dia, sepekan sekali singgah ke pulau terluar itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Setiap singgah di Bangkaru, dia membawa serta 5.000 hingga 6.000 butir telur, yang dijual Rp 700 per butirnya. Selain dipasarkan di Singkil, telur-telur itu juga dipasarkan ke Sibolga Provinsi Sumatera Utara, melalui perantara para nelayan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> diharuskan menyetor Rp 1.600.000 setiap bulannya ke pihak kecamatan dan tiga perangkat hukum di Pulau Balai. “Ke Polsek Pulau Banyak, Pos TNI AL, dan Koramil 01 Pulau Balai. Selain uang keamanan, setiap bulan harus mengantarkan 50 butir telur penyu ke Muspika,” kata Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> kepada <em>aceh<span style="color:red;">kita</span>.com </em>dan sebuah media nasional, pekan lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Lantas, adakah upaya untuk menjaga kelangsungan hidup penyu langka? </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> menyebutkan, pihaknya telah melakukan penangkaran di pulau itu untuk melestarikan penyu. </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Ada</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> 11 sarang yang telurnya ditangkarkan. Namun upaya itu akan sia-sia lantaran cara penangkarannya tetap tidak efektif karena setelah menetas penyu-penyu muda dibawa dan dirawat di keramba miliknya. “Setelah agak besar baru dilepas lagi ke laut,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Usaha penangkaran yang dilakukan Juragan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> tidak sebanding dengan pengambilan telur penyu yang sudah dilakukannya sejak empat bulan silam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Bukan hanya </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Mali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> yang mengancam habitat penyu langka itu. Sebelumnya, telah banyak pengusaha yang mengeruk kekayaan alam Pulau Bangkaru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Selain telur, nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara, </span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">juga menangkap penyu dewasa untuk dikonsumsi manusia. Penangkapan dilakukan dengan cara menyebarkan jaring ketika penyu “mendarat” ke pantai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pulau Bangkaru merupakan salah satu pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Pulau ini mempunyai pemandangan </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">wis</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">ata yang sangat menarik dipandang mata. Setiap pendatang yang berkunjung ke pulau ini, pasti akan terkagum-kagum pada keindahan yang disajikan pulau. Karenanya, tidak heran jika banyak pengusaha yang berebutan ini menguasai pulau yang berjarak 32 mil dari Kota Singkil, ibukota Kabupaten Aceh Singkil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Lantas apa menariknya Bangkaru? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Sebagai satu dari banyak pulau terluar di nusantara ini, Bangkaru telah ditetapkan menjadi kawasan konservasi alam dan lingkungan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1990. Selain itu, Pulau Bangkaru mempunyai pantai dengan ombak yang sangat bagus untuk berselancar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Ombaknya yang ada di </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Bali</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> kalah jauh, apalagi yang ada di Pulau Nias,” kata Taksis, salah seorang warga yang kerap mengantarkan wisatawan asing ke pulau tersebut sekitar tahun 1970-1980-an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Menurut Taksis, setiap tahunnya tidak kurang ada sekitar 6.000an wisatawan yang berwisata ke pulau tersebut. “Biasanya dua hingga tiga malam di </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">sana</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">. Bahkan, ada yang sampai habis visa baru pulang,” kenang Taksis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pada Minggu (26/2) lalu, reporter <em>aceh<span style="color:red;">kita</span>.com </em>dan <em>Kompas </em>bersama dua warga lokal di </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">sana</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> menapaki pulau “rebutan” itu. Pemandangan hutan alami yang disodorkan sungguh memanjakan mata; hutan perawan yang belum dijamah tangan nakal manusia serakah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Bule paling suka dengan <em>tracking. </em>Jadi hutan paling cocok untuk hobi itu,” kata Taksis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Hanya ada satu pondok reot di pulau itu, yang memiliki sebuah sumur. “Dulu ada bangunan panjangnya 17 dan lebar 8 meter,” sebut Taksis yang bersama sejumlah warga Pulau Banyak lain, melalui sebuah yayasan, berusaha melestarikan lingkungan dan habitat penyu langka di Bangkaru. Yayasan yang disebut Taksis ini pernah mengelola Pulau Banyak selama tiga tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pekerjaan utama yayasan itu adalah menyelamatkan penyu-penyu langka dari kepunahan. Upaya penyelamatan penyu itu, dilakukan warga dengan dibantu peneliti dan penyelamat penyu langka asal Swedia, Andreas de Fos, lebih dikenal dengan sebutan Mahmud Bangkaru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Sayang, konflik bersenjata pada tahun 1999 memaksa Mahmud Bangkaru keluar dari Aceh. Akibatnya, yayasan itu tidak lagi berjalan karena terkendala biaya operasional. Sebab, sekali jalan untuk menjangkau Bangkaru, harus menghabiskan fulus berkisar antara Rp 800 ribu hingga sejuta rupiah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Dulu masih bisa ditutupi karena kita dibantu Mahmud dan para bule yang datang untuk liburan. Dia lihat kita melestarikan penyu dia bantu,” sebut Taksis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Kini, kehidupan penyu tidak lagi terjaga. Ancaman kepunahan penyu langka itu sudah berada di depan mata. Taksis berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menyelamatkan penyu langka di </span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">sana</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">. Jika tidak, berbilang tahun saja, Penyu Hijau dan Belimbing hanya akan tinggal nama saja, akibat keserakahan manusia.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=30&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/12/03/penyuuuuuuuare-u-care/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Populasi Anoa di Sulawesi Tenggara Terancam</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/populasi-anoa-di-sulawesi-tenggara-terancam/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/populasi-anoa-di-sulawesi-tenggara-terancam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 04:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel KnowLedge's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Anoa adalah satwa khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) dan Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia dan anoa beranak setahun sekali. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat seratus lima puluh kilogram sampai tiga ratus kilogram. Dari tahun1960-an, anoa telah berada<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=27&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/anoa.jpg&amp;imgrefurl=http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/stw-anoa.htm&amp;usg=__ey0UcZf3PRXbfBzI5o6rm7KGGCc=&amp;h=520&amp;w=430&amp;sz=326&amp;hl=id&amp;start=2&amp;tbnid=huKnVFmPQjc7DM:&amp;tbnh=131&amp;tbnw=108&amp;prev=/images%3Fq%3Danoa%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG"><img style="border:1px solid;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:huKnVFmPQjc7DM:http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/anoa.jpg" alt="" width="194" height="234" /></a></p>
<p>Anoa adalah satwa khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) dan Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia dan anoa beranak setahun sekali. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat seratus lima puluh kilogram sampai tiga ratus kilogram. Dari tahun1960-an, anoa telah berada</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=27&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/populasi-anoa-di-sulawesi-tenggara-terancam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:huKnVFmPQjc7DM:http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/anoa.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Derita Badak Jawa&#8230;.</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/derita-badak-jawa/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/derita-badak-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 04:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel KnowLedge's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Badak jawa adalah salah satu dari lima jenis badak yang masih ada. Meski disebut badak jawa tetapi satwa ini hidup di seluruh nusantara, di sepanjang asia tenggara, di India, serta Tiongkok. Badak jawa termasuk satwa yang tercantum dalam Daftar Merah Spesies Yang Terancam dari IUCN. Hanya ada 40-50 badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon&#8230;..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=25&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Badak jawa adalah salah satu dari lima jenis badak yang masih ada. Meski disebut badak jawa tetapi satwa ini hidup di seluruh nusantara, di sepanjang asia tenggara, di India, serta Tiongkok. Badak jawa termasuk satwa yang tercantum dalam Daftar Merah Spesies Yang Terancam dari IUCN. Hanya ada 40-50 badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon&#8230;..</p>
<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.banten.go.id/UserFiles/Image/badak.jpg&amp;imgrefurl=http://www.banten.go.id/index.php%3Flink%3Dbrt_dtl%26id%3D1838&amp;usg=__VguL1_lI_WP0WxINEg1FupiqldQ=&amp;h=763&amp;w=680&amp;sz=52&amp;hl=id&amp;start=2&amp;tbnid=i4vn1kj8uZCcMM:&amp;tbnh=142&amp;tbnw=127&amp;prev=/images%3Fq%3Dbadak%2Bjawa%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG"><img style="border:1px solid;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:i4vn1kj8uZCcMM:http://www.banten.go.id/UserFiles/Image/badak.jpg" alt="" width="200" height="223" /><br />
</a></p>
<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://img.photobucket.com/albums/v48/dietaz/Fauna/Rhino.jpg&amp;imgrefurl=http://indrakila.wordpress.com/page/2/&amp;usg=__OXi-rGXVdLGYK-qbt1tZs5eUfoQ=&amp;h=453&amp;w=460&amp;sz=67&amp;hl=id&amp;start=7&amp;tbnid=CiFOjvRbRvX3AM:&amp;tbnh=126&amp;tbnw=128&amp;prev=/images%3Fq%3Dbadak%2Bjawa%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG"><img style="border:1px solid;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:CiFOjvRbRvX3AM:http://img.photobucket.com/albums/v48/dietaz/Fauna/Rhino.jpg" alt="" width="128" height="126" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=25&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/derita-badak-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:i4vn1kj8uZCcMM:http://www.banten.go.id/UserFiles/Image/badak.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:CiFOjvRbRvX3AM:http://img.photobucket.com/albums/v48/dietaz/Fauna/Rhino.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cegah Satwa Punah : Orang Utan dalam bahaya!!</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-orang-utan-dalam-bahaya/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-orang-utan-dalam-bahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 04:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel KnowLedge's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Orang utan adalah mahluk sejenis kera yang memiliki lengan panjang dan berbulu kemerahan atau terkadang cokelat. Orang utan ditemukan di wilayah pulau Kalimantan dan Sumatra. Kini satwa tersebut terancam punah. Dalam dua puluh tahun ini, sudah lebih dari 80% hutan tempat tinggal orang utan musnah. Jumlah satwa ini hanya tinggal 6900 pada tahun 2003. Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=22&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.planet-wissen.de/pics/IEPics/intro_menschenaffen_orangutan_g.jpg&amp;imgrefurl=http://cegahsatwapunah.mybuckster.com/page/2/&amp;usg=__OsHv2tRmwqDz4V_aRnqUKRKKdrc=&amp;h=338&amp;w=450&amp;sz=20&amp;hl=id&amp;start=4&amp;tbnid=ENk957el8GRr_M:&amp;tbnh=95&amp;tbnw=127&amp;prev=/images%3Fq%3Dorang%2Butan%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG"><img style="border:1px solid;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ENk957el8GRr_M:http://www.planet-wissen.de/pics/IEPics/intro_menschenaffen_orangutan_g.jpg" alt="" width="127" height="95" /></a></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /></p>
<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.shanegarton.com/Capra_7_Art_Studio/Images/environment/Orang-utan_item.jpg&amp;imgrefurl=http://cegahsatwapunah08.blogspot.com/2008_05_29_archive.html&amp;usg=__9buzkxFFpPr8wJmUrsdVu_Vlw9M=&amp;h=260&amp;w=282&amp;sz=32&amp;hl=id&amp;start=9&amp;tbnid=WOcTKUFvPR82vM:&amp;tbnh=105&amp;tbnw=114&amp;prev=/images%3Fq%3Dorang%2Butan%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG"><img style="border:1px solid;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:WOcTKUFvPR82vM:http://www.shanegarton.com/Capra_7_Art_Studio/Images/environment/Orang-utan_item.jpg" alt="" width="114" height="105" /></a></p>
<p><strong>Orang utan</strong> adalah mahluk sejenis kera yang memiliki lengan panjang dan berbulu kemerahan atau terkadang cokelat. <strong>Orang utan</strong> ditemukan di wilayah pulau Kalimantan dan Sumatra. Kini <strong>satwa</strong> tersebut terancam <strong>punah</strong>. Dalam dua puluh tahun ini, sudah lebih dari 80% hutan tempat tinggal orang utan musnah. Jumlah <strong>satwa</strong> ini hanya tinggal 6900 pada tahun 2003. Menurut hasil perhitungan dari Population and Habitat Viability Assessment 2004, orang utan akan <strong>punah</strong> pada tahun 2015.</p>
<p>Apa penyebab orang utan terancam <strong>punah</strong>? penyebab yang pasti adalah manusia. Hutan tempat tinggal orang utan dibabat habis hanya untuk perkebunan kelapa sawit. Investivigasi yang dilakukan oleh <strong>Centre for Orangutan Protection</strong> (COP) menunjukkan bahwa 242 perusahaan perkebunan kelapa sawit membabat hutan dengan mengorbankan orangutan. Hardi, direktur dari COP bahkan mengatakan bahwa orang utan akan <strong>punah</strong> tiga atau dua tahun lagi.</p>
<p>Akankah kita membiarkan orang utan punah? Marilah kita <a href="http://satwalangka.blogdetik.com/">cegah satwa punah</a> sekarang juga!! Yang bisa kita lakukan dari sekarang ialah kita mesti menjaga hutan kita, jangan hanya karena materi kita lantas acuh pada lingkungan kita. Kita juga bisa mendonasikan uang kita ke lembaga-lembaha perlindungan orangutan. Anda bisa mengunjungi situs <a href="http://www.orangutan.or.id/">Yayasan Orangutan Borneo</a> atau <a href="http://www.orangutan.org/">Orangutan Foundation International</a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=22&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-orang-utan-dalam-bahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ENk957el8GRr_M:http://www.planet-wissen.de/pics/IEPics/intro_menschenaffen_orangutan_g.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:WOcTKUFvPR82vM:http://www.shanegarton.com/Capra_7_Art_Studio/Images/environment/Orang-utan_item.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cegah Satwa Punah : Panda</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-panda/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-panda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 04:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel KnowLedge's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Panda adalah satwa langka yang terancam punah akibat hilangnya habitat dan rendahnya angka kelahiran, baik di alam bebas maupun penangkaran. Kulit panda sangat diminati oleh pemburu sejak dahulu kala. Permintaan kulit panda semakin menjadi-jadi setelah reformasi ekonomi China. Di Tahun 2006, para ilmuwan melaporkan bahwa hanya ada 1000 populasi satwa panda. Satwa Panda merupakan satwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=19&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cd/Panda_Cub_from_Wolong%2C_Sichuan%2C_China.JPG/250px-Panda_Cub_from_Wolong%2C_Sichuan%2C_China.JPG" alt="" /></p>
<p>Panda adalah <strong>satwa langka yang terancam punah</strong> akibat hilangnya habitat dan rendahnya angka kelahiran, baik di alam bebas maupun penangkaran. Kulit panda sangat diminati oleh pemburu sejak dahulu kala. Permintaan kulit panda semakin menjadi-jadi setelah reformasi ekonomi China.</p>
<p>Di Tahun 2006, para ilmuwan melaporkan bahwa hanya ada 1000 populasi satwa panda. Satwa Panda merupakan <strong>satwa</strong> yang dilindungi karena terancam <strong>punah</strong>. UNESCO memberikan gelar situs warisan dunia pada habitat panda, contohnya adalah Sichuan.</p>
<p>Ayo dukung gerakan <a href="http://satwalangka.blogdetik.com/">cegah satwa punah</a> sekarang juga!</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=19&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-panda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cd/Panda_Cub_from_Wolong%2C_Sichuan%2C_China.JPG/250px-Panda_Cub_from_Wolong%2C_Sichuan%2C_China.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Taman Nasional Di Indonesia</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-right-now/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-right-now/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 03:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel KnowLedge's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah daftar taman nasional yang ada di indonesia. Daftar ini saya ambil dari Wikipedia. Pengelompokan Taman nasional dibawah ini berdasarkan pulau dimana taman nasional itu berada. Pulau Jawa: * Taman Nasional Bromo Tengger Semeru * Taman Nasional Gunung Ciremai * Taman Nasional Alas Purwo * Taman Nasional Baluran * Taman Nasional Gunung Gede [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=12&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Berikut ini adalah daftar taman nasional yang ada di indonesia. Daftar ini saya ambil dari Wikipedia. Pengelompokan Taman nasional dibawah ini berdasarkan pulau dimana taman nasional itu berada.</p>
<p>Pulau Jawa:</p>
<p>* Taman Nasional Bromo Tengger Semeru<br />
* Taman Nasional Gunung Ciremai<br />
* Taman Nasional Alas Purwo<br />
* Taman Nasional Baluran<br />
* Taman Nasional Gunung Gede Pangrango<br />
* Taman Nasional Gunung Halimun Salak<br />
* Taman Nasional Gunung Merapi<br />
* Taman Nasional Ujung Kulon<br />
* Taman Nasional Karimun Java<br />
* Taman Nasional Gunung Merbabu<br />
* Taman Nasional Meru Betiri<br />
* Taman Nasional Kepulauan Seribu</p>
<p>Pulau Bali dan Nusa Tenggara:</p>
<p>* Taman Nasional Kelimutu<br />
* Taman Nasional Komodo<br />
* Taman Nasional Bali Barat<br />
* Taman Nasional Laiwangi Wanggameti<br />
* Taman Nasional Gunung Rinjani<br />
* Taman Nasional Manupeu Tanah Daru</p>
<p>Pulau Maluku dan Irian Jaya:</p>
<p>* Taman Nasional Aketajawe-Lolobata<br />
* Taman Nasional Teluk Cenderawasih<br />
* Taman Nasional Lorentz<br />
* Taman Nasional Manusela<br />
* Taman Nasional Wasur</p>
<p>Kalimantan</p>
<p>* Taman Nasional Kayan Mentarang<br />
* Taman Nasional Kutai<br />
* Taman Nasional Gunung Palung<br />
* Taman Nasional Betung Kerihun<br />
* Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya<br />
* Taman Nasional Danau Sentarum<br />
* Taman Nasional Sebangau<br />
* Taman Nasional Tanjung Puting</p>
<p>Pulau Sulawesi:</p>
<p>* Taman Nasional Taka Bone Rate<br />
* Taman Nasional Bunaken<br />
* Taman Nasional Bogani Nani Wartabone<br />
* Taman Nasional Kepulauan Togean<br />
* Taman Nasional Kepulauan Wakatobi<br />
* Taman Nasional Lore Lindu<br />
* Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai<br />
* Taman Nasional Bantimurung &#8211; Bulusaraung</p>
<p>Pulau Sumatra:</p>
<p>* Taman Nasional Berbak<br />
* Taman Nasional Bukit Barisan Selatan<br />
* Taman Nasional Bukit Duabelas<br />
* Taman Nasional Kerinci Seblat<br />
* Taman Nasional Sembilang<br />
* Taman Nasional Siberut<br />
* Taman Nasional Tesso Nilo<br />
* Taman Nasional Way Kambas<br />
* Taman Nasional Gunung Leuser<br />
* Taman Nasional Bukit Tiga Puluh<br />
* Taman Nasional Batang Gadis</p>
<p>Mari kita <a href="http://satwalangka.blogdetik.com/">cegah satwa punah</a> sekarang juga!!</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=12&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/30/cegah-satwa-punah-right-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SATWA LIAR</title>
		<link>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/23/satwa-liar-2/</link>
		<comments>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/23/satwa-liar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 06:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kkssmk12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kkssmk12.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[SATWA LIAR Tujuan · Mengetahui jenis satwa liar yang ada di Indonesia. · Memahami peranan satwa liar bagi kehidupan manusia dan alam. · Mengerti tentang berbagai penyakit yang dapat ditularkan oleh satwa liar · Mengetahui ancaman yang dihadapi satwa liar dan dampaknya terhadap manusia. · Mengetahui bentuk pelestarian, pengawetan dan tujuannya. · Melakukan aksi nyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=3&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>SATWA LIAR</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Tujuan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengetahui jenis satwa liar yang ada di Indonesia.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memahami peranan satwa liar bagi kehidupan manusia dan alam.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengerti tentang berbagai penyakit yang dapat<span> </span>ditularkan oleh satwa liar</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengetahui ancaman yang dihadapi satwa liar dan dampaknya terhadap manusia.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengetahui bentuk pelestarian, pengawetan dan tujuannya.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Melakukan aksi nyata yang mendukung pelestarian satwa liar.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1.2. Pengantar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Satwa liar</strong> adalah semua jenis satwa yang memiliki sifat-sifat liar baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia. Kehadiran satwa liar mempunyai fungsi dan peranan penting bagi ekosistem alami serta bagi kehidupan manusia. Di alam, setiap individu satwa liar ikut dalam siklus<span> </span>perputaran makanan di habitatnya ( hutan ), sehingga pohon-pohon di<span> </span>hutan tetap bisa tumbuh berkembang biak dan menjadikan hutan tetap ada. Apabila hutan tetap ada fungsi hutan sebagai habitat satwa liar, pemasok oksigen dan air, pengontrol suhu udara dan pengendali musim akan tetap berlangsung. Manusia dan seluruh mahluk hidup di bumi akan dapat merasakan manfaat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Agar dapat berperan sebagai penyeimbang ekosistemnya, satwa liar harus dapat hidup nyaman dihabitat alaminya. Beberapa dari kita menerjemahkan kesadaran menjaga satwa liar dari kepunahan dengan memeliharanya. Padahal dengan memindahkan satwa liar dari habitat aslinya ( memelihara ), akan menyebabkan fungsi hutan terganggu. Resiko yang kita hadapi jika memelihara satwa liar terlebih satwa liar dilindungi, adalah tergangunya fungsi hutan , kepunahan satwa, dan penularan penyakit dari dan ke satwa tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berangkat dari kesadaran ini, diharapkan kita akan lebih menyayangi, melindungi dan menjaga satwa liar dari kepunahan dengan sepenuh hati. Upanya yang kita dapat kita lakukan antara lain dengan tidak memelihara satwa liar, tidak merusak hutan, dan tidak mengotori lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-3"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Peran dan Manfaat Satwa Liar di Alam</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keberadaan satwa liar di alam mempunyai peranan dan manfaat antara lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menjaga regenerasi hutan melalui penyerbukan semak, tumbuhan berbunga,dan penyebaran biji-bijian. Sebagai contoh, orangutan berperan dalam menjaga kelestarian banyak jenis tumbuhan di hutan. Ada sekitar 12 jenis tumbuhan yang tersebar melalui biji-bijian yang di buang pada saat makan dan ada 23 jenis tumbuhan lain yang disebar lewat tinjanya ( Galdikas, 1982 dalam Meijaard, 2001). Banyak biji yang bahkan tidak akan berkecambah kalau dinding bijinya tidak teluka atau telah mendapat pengaruh kimia dari saluran pencernaan satwa liar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Membantu manusia menjaga ke seimbangan alam. Suatu ekosistem hutan yang terjaga siklus dan regenerasinya akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu antara lain sebagai sumber ke anekaragaman hayati satwa dan tumbuhan yang hidup di dalamnya, penghasil oksigen, mata air,serta menjaga suhu udara tetap stabil.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sebagai indikator kesehatan lingkungan suatu kawasan. Jumlah ( maksimum ) individu satwa liar yang dapat hidup ditempat tertentu ditentukan oleh kemampuan suatu habitat untuk mendukung hidupnya ( Meijaard, 2001 ). Jika satwa liar dapat hidup dan berkembang biak di suatu kawasan, berarti kawasan itu tergolong masih bagus kondisinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sebagai objek wisata alam keberadaan satwa liar di alam akan menjadi objek wisata tersendiri yang unik dan menari. Akan lebih menyenangkan bagi kita apabila dapat melihat satwa liar di habita aslinya di alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Berbagai Jenis Satwa Liar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan ada banyak sekali satwa liar yang ada dilingkungan sekitar kita. Manusia, satwa liar, dan tumbuhan hidup secara bersama sebagai komponen ekosistem yang saling terkait dan memiliki ketergantungan. Masing-masing komponen memiliki peran<span> </span>dalam menjaga kelestarian alam. Misalnya, serangga saat makan dia membantu penyerbukan tumbuhan sekaligus menjadi makanan bagi burung. Burung sebagai pemangsa serangga juga menjadi pengentrol populasi mangsa yang menjadi makanan agar tidak menjadi hama. Pada saat yang sama burung juga membantu menyebarkan<span> </span>biji-bijian. Karna proses makan-dimakan ini tumbuhan terbantu pertumbuhannya dan penyebarannya, sehingga dia akan tetap lestari dan berperan aktif dalam proses produksi oksigen dan memberi kesegaran serta kesejukan bagi manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berikut ini beberapa satwa liar yang biasnya terdapat disekitar kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Insecta ( serangga ): kupu-kupu Biasa, Belalang, Semut, Laba-laba, Kumbang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mamalia<span> </span>: Tupai, Bajing, Kucing Liar, Anjing Liar, dan ;lain-lain</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Aves ( burung )<span> </span>: Burung Gereja, Perkutut, Tikukur, Burung Kacamata, Kutilang, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Reptilia : Ular Sawah, Kadal, Bunglon, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Amphibi : Kodok dan Katak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Ikan: Ikan Impun, Lele, Belut, Ikan Gabus dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keberadaan satwa liar tertentu yang terancam punah, dilindungi oleh pemerintah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Republik Indonesia. Satwa-satwa tersebut antara lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Insekta ( Serangga ): Kupu-kupu bidadari, Kupu-kupu sayap burung, kupu-kupu Raja, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mamalia : Anoa, Gajah, Tapir, Beruang Madu, Musang, Kucing Hutan, Harimau, lutung, Orangutan, Owa, Kukang, Tarsius, Kijang. Duyung, Paus, Lumba- lumba, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Aves ( burung ): Alap-alap, Elang, Burung Madu, Kuntul, Beo, Jalak Bali, Trulek, Bayan, Maleo, Burung Madu, Kowak Merah, Trinil, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Reptilia : Penyu, Kura-kura, Soa Payung, Sanca, Buaya, Buanya Senyulong, Kadal Panama, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Ikan : Ikan Raja Laut, Belida Jawa, Pari Sentani, Peyang Malaya, Arwana Irian dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Molusca : Ketam Hitam, Kima Cina, Kika Sisik, Troka, Siput Hijau,dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Antozoa ( golongan koral/ terumbu karang ): Akar Bahar, Koral Hitam</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">UU No. 5 1990 pasal 21 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, membunuh, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup, mati, atau bagian-bagian tubuhnya. Saat ini pemerintah telah memberlakukan perlindungan mutlak terhadap beberapa jenis satwa seperti mamalia sebanyak 65 jenis, burung 379 jenis, reptilia 30 jenis, ikan 6 jenis dana serangga 20 jenis. Pelanggaran terhadap<span> </span>UU ini akan diberlakukan hukuman penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimal Rp. 100.000.000 ( seratus juta rupiah ).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Status Konservasi Satwa Liar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keberadaan satwa liar di alam di pengaruhi beberapa faktor, antara lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1. Faktor alami, misalnya kematian karena satwa liar tidak mampu berkompetisi untuk hidup, kematian karena bencana alam<span> </span>dan lain-lain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2. Faktor Manusia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan satwa liar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kerusakan habitat secara langsung karena pembalakan hutan ( penebangan liar ) dan pembukaan hutan menjadi lahan pertanian atau pemukiman, dan Kerusakan habitat tidak langsung akibat pencemaran lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Status konservasi diberlakukan terhadap spesies dengan kriteria-kriteria sebagai berikut, antara lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Populasi yang sedikit akan terus menerus mengalami penurunan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Daerah sebarannya sempit dan terbagi dalam wilayah atau jumlah populasi yang kecil-kecil</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Daya reproduksi yang rendah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Keunikan perilaku yang khas, terutama perilaku yang bisa menghambat populasinya</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Ancaman terhadap populasi tinggi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pemerintah Indonesia melindungi keaneka ragaman hayati yang dimiliki dengan berbagai surat keputusan perlindungan, antara lain dengan Undang-undang No. 5 tahun1990 ( tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem), Peraturan Pemerintah<span> </span>No. 7 tahun 1999 ( tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan Satwa berdasarkan hukum di negara kita, <strong>status konservasi ( 1 ) </strong>tumbuhan dan satwa adalah dilindungi dan tidak Dilindungi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Secara internasional, terdapat badan konvensi dunia yang fokus terhadap upaya konservasi hidupan hayati agar tidak punah, yaitu IUCN ( <strong><em>International Union For Conservation of Nature and Natural Resources</em></strong> ).IUCN menetukan <strong>status konservasi ( 2 )</strong> tumbuhan dan satwa sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Kritis ( Critically Endangered</strong> ), yaitu jika spesies menghadapi <span> </span>1.resiko kepunahan di alam sekitarnya 50 % dalam waktu 10 tahun atau tiga generasi, mana saja yang lebih lama. Contohnya Owa Jawa, Buaya Air Tawar, senyulong, Jalak Bali, Kakatua Kecil Jambul Kuning, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Genting ( Endangered</strong> ), yaitu jika spesies menghadapi resiko kepuhan di alam sedikitnya 20 % dalam 20 tahun lalu atau lima generasi, mana saja yang lebih lama. Conrtohnya Orangutan, Surili, Bekantan, Kijang, Beruang madu, Elang Jawa, dan lain-lain</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Rentan/ Rawan </strong><span> </span>( <em>Vulnerable</em> ) yaitu jika spesies menghadapi resiko kepunahan dialam sedikitnya 10% dalam 100 tahun. Contohnya Lutung, Kukang, Labi-labi Moncong Babi, Kura-kura Rote, Kakatua Putih, Burung Maleo, Merak, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2. Kategori Tidak Terancam Punah ( Resiko Rendah, Lower Risk )</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Tergantung Tindakan Konservasi ( Conservation Dependent ), </strong>yaitu jika spesies yang menjadi fokus program konservasi khusus dan jika program tersebut dihentikan akan meyebabkan<span> </span>spesies tersebut dimasukan dalam satwa kategori terancam punah dalam waktu lima tahun.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Mendekati Terancam Punah</strong> ( <strong><em>Near Threathened</em></strong> ), yaitu jika spesies tidak memenuhi syarat kategori terancam punah di atas, tetapi kemungkinan akan memenuhi syarat<span> </span>kategori terancam punah dalam waktu dekat. Contoh burung cabe dan burung Kacamata Jawa</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Kurang Data</strong> ( <strong><em>Data Deficient</em></strong> ),<span> </span>yaitu spesies yang tidak ada atau kurang data sebaran dan populasinya yang memadai untuk menduga resiko kepu kepunahannya, baik secara langsung atau tidak langsung contohnya burung Serak Kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Upaya perlindungan terhadap satwa liar dilindungi dilakukan terhadap perdagannya. CITES ( <strong><em>Convension on International Trade In Endangered</em></strong> <strong><em>Spesies of Wild Fauna and Flora</em></strong> ) merupakan konvensi Internasional<span> </span>yang mengawasi dan memastikan bahwa perdagangan spesies liar tidak mengancam. Keberadaannya di alam. Untuk itu CITES<span> </span>menetapkan daftar spesies<span> </span>yang perlu diawasi perdagangannya dalam tiga kategori ( Soehartono, T.dkk, 2003), yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Appendiks 1</strong> adalah seluruh jenis yang terancam<span> </span>bahaya kepunahan, yang terkena dampak atau mungkin terkenan dampak pedagangan sehingga menjadi terancam punah. Seluruh jenis ini tidak boleh diperdagangkan, contohnya Bekantan, Siamang, Lumba-lumba bengkok, Macan Dahan, Rusa Bawean, Mentok Rimba, Burung Maleo, Duyung, Arwana, dan lain-lain</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Appendiks II</strong> adalah jenis yang populasinya dialam saat ini belum terancam bahaya kepunahan namun dapat menjadi terancam apa bila perdagangannya tidak dikendalikan, serta jenis lain yang populasinya di alam yang saat ini belum terancam namun pemanfaatannya harus dikendalikan. Contohnya beberapa jenis Kalong, Tupai, Elang, Monyet, Lutung, Biawak, Sanca, dan kupu-kupu Raja, Kukang, Merak, Kakatua Jambul Kuning, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Appendiks III</strong> adalah jenis yang oleh negara tertentu di inginkan untuk dikontrol secara internasional melalui mekanisme CITES, dan diperlakukan seperti jenis Appendiks II. Contoh satwa liar indonesia untuk kategori ini tidak ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1.6 Upaya<span> </span>Pelestarian Satwa<span> </span>Liar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keanekaragaman hayati yang dimiliki negara kita sangatlah banyak karenanya indonesia diakui sebagai negara Megabiodiversity kedua setelah Brazil ( Noerdjito M. dkk, 2001). Secara umum, jenis-jenis satwa dan tumbuhan indonesia populasinya rendah<span> </span>atau daerah sebarannya sangat terbatas<span> </span>dan rawan terancam punah. Oleh karena itu kita perlu melakukan upaya pelestarian satwa liar dengan bersunnguh-sungguh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Usaha dan tindakan konsevasi untuk menjamin lestarinya keanekaragaman jenis satwa liar dan habitatnya adalah dengan membuat suatu kawasan pelestarian alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Pelestarian in situ</strong>, yaitu upaya pelestarian komponen alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang, budidaya pariwisata, dan rekreasi. Contoh; TN Halimun, TN Gunung Gede Pangrango, dan TN Gunung Ciremai.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Cagar Alam ( CA ),</strong> yaitu<span> </span>kawasan suaka alam<span> </span>yang kedaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan atau ekosistem tertentu perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Contoh: CA Burangrang, CA, Gunung Tilu, CA, Panjalu, CA, Leuweng Sancang, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Suaka Margasatwa ( SM ),</strong> Yaitu kawasan suaka alam yang mempunyai khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa<span> </span>yang untuk keberlansungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Contoh: SM Cikepuh dan SM Gunung Sawal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2. Pelestarian ex situ, </strong>yaitu upanya pelestarian komponen keaneka ragaman hayati diluar habitat aslinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Kebun Binatang ( KB),</strong> yaitu suatu kawasan yang berisi koleksi satwa liar untuk diamanfaatkan untuk sebagai tempat rekreasi dan pendidikan konservasi contoh. KB. Bandung, KB, Ragunan, KB, Gembira Loka, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Taman Wisata Alam</strong> ( TWA ),<span> </span>yaitu kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Contohnya. TWA, Linggarjati, TWA, Carita, TWA, Tampomas, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Kebun Raya ( KR ).</strong> Yaitu kawasan pelestaroian alam untuk koleksi tumbuhan dan satwa yang alami atau buatan<span> </span>dan diamanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Contoh. KR<span> </span>Cibodas. KR Bogor, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Taman Hutan Raya<span> </span></strong>( THR ), yaitu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. Contoh: THR Ir.H. Djuanda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Suatu kawsan konservasi dapat dibagi dalam wilayah-wilayah dengan fungsi yang berbeda, misalnya beberapa bagian sebagai CA dan lainya sebagai TWA. Kawasan konservasi yang memiliki dua fungsi ini<span> </span>( CA dan TWA)<span> </span>yaitu Telaga Warna, Sukawayana, Tangkuban Perahu, Telaga Patengan, Kawah Kamojang, Gunung Papandayan, Talaga Bodas, dan Pananjung Pangandaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1.7. Zoonosis</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa satwa liar juga menularkan penyakit pada manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit penyakit yang dapat ditularkan dari satwa ke manusia juga sebaliknya dari<span> </span>manusia ke satwa disebut <strong>Zoonosis</strong>. Zoonosis disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penularan zoonosis dapat terjadi secara langsung<span> </span>melalui gigitan, cakaran organ yang terinfeksi dan secara tidak langsung meliputi penularan melui urine, tinja, ludah, darah, tanah, udara, dan muntahan. Khusus untuk primata, zoonosis terjadi karena primata memiliki kedekatan genetis dengan manusia sehingga cenderung mengidap penyakit sama seperti manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perlakuan manusia terhadap hewan peliharaannya sangat berpengaruh terhadap peningkatan atau penurunan kejadian penyakit. Oleh karena itu kita harus ingat bahwa seberapapun sayanggnya manusia terhadap hewan peliharaannya, hewan bukanlah manusia.kebutuhan hidup yang bagi kita enak dan nyaman, belum tentu terasa hewan sama bagi hewan. Kita tidak pernah menyadari bahwa penyakit yang sekarang diderita, bisa jadi disebabkan karena terluka oleh satwa liar yang kita anggap lucu yang kita sentuh langsung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kegiatan Lapangan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kegiatan 1. Pengamatan Jenis-Jenis<span> </span>Satwa liar Di Sekitar Kita</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tujuan: mengetahui jenis satwa liar dilingkungan sekitar kita menumbuhkan kecintaan terhadap keberadaan satwa liar di alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dasar Teori</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila kita mau membuka mata disekeliling kita banyak satwa liar yang menarik untuk diamati. Mulai dari berbagai jenis burung, mamalia kecil, ( rodensia )mauapun besar seperti primata, burung, ikan, reptil, amphibi, dan seranga. Berbagai jenis satwa liar tersebut, baik individu maupun kelompok, memiliki peran penting dalam ekosistemnya. Saat melakukan pengamatan beragam satwa liar di sekitar kita, biasanya kita baru dapat merasakan kindahan dan keunikan satwa-satwa tersebut. Tak kenal maka tak sayang, demikian pepatah mengatakan, semoga dengan mengenal satwa liara akan timbul rasa cinta dan kepedulian kita akan keberadaan satwa liar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alat dan Bahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Binokuler, alat tulis, jam tangan, dan alat dokumentasi <em>( <strong>handycam/ digital</strong></em><strong> </strong><em>camera dan recorder</em> ) bila perlu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Langkah Kerja</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Temukan dan amati satwa liar di lingkungan sekitar kalian. Jangan lupa catat waktu, dan keterangan lain seperti aktifitas, jenis makanan, dan lain-lain yang teramati pada saat satwa ditemukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->amatai semua jenis satwa liar yang kalian temuka. Gambarlah seketsanya jika tidak mengetahui namanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kegiatan 2. PENGAMATAN JENIS-JENIS SATWA LIAR ( PRIMATA / BURUNG DI ALAM.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tujuan : Mengetahui jenis-jenis satwa liar ( primata / burung di habitatnya menumbuhkan kcintaan terhadap keberadaan satwa di alam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dasar Teori, salah satu peran penting keberadaan satwa liar di alam adalah menjaga kelestariannya dengan membantu penyerbukan dan penyebaran biji-bijian. Peran ini menyebabkan satwa liar menjadi komponen yang<span> </span>sensitif <span> </span>terhadap kondisi lingkungan suatu kawasan. Baik buruknya suatu kawasan dapat tergambarkan dari kesejahtraan kehidupan mereka. Oleh karena itu satwa liar berperan juga sebagai<span> </span>bioindikator<span> </span>kualitas lingkungan suatu kawasan. Bioindikator adalah benda hayati yang dapat menggambarkan kondisi/ mutu suatu lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Burung dan Primata merupakan dua jenis satwa liar yang ukurannya relatif besar dan mudah ditemukan. Keduanya sering dijadikan bioindikator lingkungan karena suatu daerah apabila secara alami masih dijumpai primata dan burung<span> </span>( dengan keanekaragaman<span> </span>yang relatif tinngi ) dapat dipastikan bahwa kualitas daerah lingkungan tersebut masih baik. Selain itu, dengan mengamati burung dan primata sekaligus kita dapat melakukan pengamatan tumbuhan atau vegetasi yang menjadi habitat dan makanan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alat dan Bahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Binokuler , notes dan alat tulis, jam tangan, tabel pengamatan, field guide/ panduan lapangan ( lampiran ), alat dokumentasi ( <strong><em>Handycam/ dogital</em></strong> <strong><em>camera</em></strong><em>,</em> dan recorder bila diperlukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;">Langkah Kerja</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->pakailah pakaian yang nyaman untuk pengamatan di alam, yaitu yang berwarna redup, meyerap keringat, cepat kering, dan tidak pendek supaya terlindungi dan gigitan serangga dan goresan duri. Hindari pemakaian wewangian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->siapkan peralatan tambahan seperti jas hujan ( ponco ) atau payung untuk melindungi diri dari hujan saat pengamatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Temukan dan amati dilingkungan sekitar kalian. Jangan lupa catat waktu, dan keterangan lain seperti aktivitas,jenis makanan,dan lain-lain yang teramati pada saat teramati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Amati semua jenis satwa liar yang kalian temukan. Gambarlah sketsa jika tidak mengetahui namanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Lakukan identivikasi satwa berdasarkan panduan lapaangan ( lampiran ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Kegiatan 3. kunjungan ke kebon binatang/ pusat penyelamatan satwa/ penangkaran</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Tujuan; mengetahui jenis-jenis satwa liar mengetahui kondisi satwa liar yang dipelihara di tempat perlindungan ex situ</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Dasar Teori</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Salah satu upaya pelestarian satwa liar adalah dengan melakukan pelestarian ex situ, dimana upaya pelestarian tersebut dilakuakn dilura habitat aslinya kebon binatang/ pusat penyelamatan satwa/ penangkaran merupakan upaya melindungi satwa liar dari kepunahan sekaligus dengan tujuan untuk pendikan pengenalan satwa liar (kebon binatang), menyelamatkan satwa dan meliarkan kembali (pusat penyelamatan satwa) atau untuk tujuan komersil/konsumsi/ stok obyek penelitian (penangkaran).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Diharapkan dengan melakukan pelestarian ex situ, manfaatnya bagi manusia maupun bagi satwanya sendiri dapat tercapai.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">c. Alat dan Bahan; notes dan alat tulis, tabel pengamatan, jam/ <em>timer</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">d. Langkah Kerja</p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Buat kelompok kecil berdasarkan klasifikasi satwa,      misalnya kelompok mamalia non primate, primate, burung raptor ( pemangsa      ), burung air, reptile, dan lain-lain tertukanlah bersama-sama.</li>
<li class="MsoNormal">Lakukan pengamatan sesuai denga jenis kelompoknya.      Catat asal status konservasi satwa tersebut</li>
<li class="MsoNormal">Amati kondisi kandang, makanan, dan perilaku satwa.</li>
<li class="MsoNormal">Lakukan pengamatan perilaku satwa tiap 1 menit      selama 20 x</li>
<li class="MsoNormal">Tentukan individu satwa yang akan diamati, kenali      cirinya ( misal yang dibagian ekornya ada bekas luka, dan lain-lain)</li>
<li class="MsoNormal">Catat waktu awal pengamatan. Mulailah mengamati      empat aktivitasnya, yaitu bergerak, makan,diam/istirahat/tidur, dan      lain-lain.</li>
<li class="MsoNormal">Catat keterangan lain yang menjelaskan adanya      perilaku lain. Misalnya diam/istirahat sambil membersihkan diri mencari      kutu.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hitung % aktivitas</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">f. Pertanyaan:</p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Jenis kelompok satwa apa yang paling banyak      terdapat dilokasi?</li>
<li class="MsoNormal">Bagaimana kondisi kandangnya? Sudah layakkah bagi      mereka?</li>
<li class="MsoNormal">3.Perilaku apa yang paling menarik perhatian      kalian? Mengapa?.</li>
<li class="MsoNormal">Perilaku apa yang paling banyak dilakukan oleh      satwa yang kalian amati? Mengapa?</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Kegiatan 4. Survey Perdagangan Satwa Liar dilindungi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Tujuan: Mengetahui jenis-jenis satwa liar dilindungi yang diperdagangkan membutuhkan sikap mental fositif dalam menghadapi orang lain dan melakukan penyadartahuan tentang perlindungan satwa liar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Dasar<span> </span>Teori; beberapa satwa liar tertentu merupakan satwa yang digemari manusia untuk dijadikan hewan peliharaan, makanan, atau sebagai bahan obat dan sandang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia sering tidak memperdulikan kertersedian satwa liar di alam. Banyak satwa liar dilindungi yang diperjualbelikan secara illegal. Selain akan mengancam satwa liar di alam, perdagangan satwa liar dilindungi telah melanggar hukum terurtama Undang-undang No. 5 Tahun 1990 pasal 21. ancaman terhadap pelanggaran undang-undang ini adalah hukuman penjara maksimum lima tahun dan denda maksimal Rp. 100.000.000- ( seratus juta rupiah ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Perdagangan ilegal ini biasanya dilakukan di pasar-pasar satwa seperti pasar burung, dipinggir jalan raya, atau di emperan mall. Untuk satwa-satwa tertentu biasanya ditawarkan dengan system pemesanan. Beberapa jenis satwa biasanya diberi perlakuan tertentu agar tampak menarik dan lucu sebagai hewan peliharaan. Jenis primata biasanya dimandikan dan beri pakaian. Penjual bahkan tega mengecat<span> </span>satwa dan memotong taring atau cakar yang dianggap akan membahayakan pemelihara. Kondisi satwa yang biasanya sudah sangat buruk.dari sejak di tangkap dari alam menjadi semakin parah. Kebanyakan satwa tersebut biasanya tidak berumur panjang saat dipelihara.Tentu saja, kehidupan satwa liar seharusnya adalah di alam bebas dan bukan dipelihara manusia. Kehidupan dalam kandang dan makanan yang mungkin bagi manusia terasa nyaman dan baik, belum tentu demikian bagi satwa liar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Alat dan Bahan; notes, alat tulis, dan alat dokimentasi ( <strong><em>recorder, camera</em></strong> <strong><em>digital, handicam</em></strong> )</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Langkah Kerja</p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Kunjungilah sentra perdagangan satwa seperti pasar      burung, mall, dan lain-lain. Datanglah berkunjung untuk melihat-lihat dan      mengobrol dengan penjual.</li>
<li class="MsoNormal">Amati jenis-jenis satwa liar dilindungi yang      dijual, jumlahnya, dan bagaimana kondisinya.</li>
<li class="MsoNormal">Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai      asal satwa, umur, harga,dan lain-lain. Amati juga proses jual beli yang      berlangsung.</li>
<li class="MsoNormal">Bersikap baik dan tidak berkesan menggurui, jika bermaksud      merekam atau mendokumentasikan pembicaraan dan hasil pengamatan kalian,      mintalah izin terlebih dahulu.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Tabel Survey Perdagangan Satwa Liar Dilindungi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Pertanyaan</p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Jenis Satwa Liar dilindungi apakah yang paling      diamati/ paling laku?</li>
<li class="MsoNormal">Adakah dari asal satwa tersebut yang berasal dari      penangkaran ( dibuktikan dengan surat keterangan ).</li>
<li class="MsoNormal">Apakah makanannya terjamin? Apakah sesuai dengan      makanan aslinya di alam?</li>
<li class="MsoNormal">Berdasarkan hasil survey kalian, apakah penyebab      terjadinya perdagangan satwa liar dilindungi?</li>
<li class="MsoNormal">Jika karena kurangnya pengetahuan pedagang/pembeli,      jelaskan mengapa!</li>
<li class="MsoNormal">Jika karena kurangnya kesadaran untuk menaati      peraturan, baik oleh pedagang maupun pembeli, jelaskan mengapa!</li>
<li class="MsoNormal">Diskusikanlah apa yang bias kalian lakukan untuk      membantu mengatasi perdagangan satwa liar dilindungi!</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Aksi Nyata</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Kalian dapat melakukan suatu tindakan nyata sehubungan dengan upaya perlindungan satwa liar dan habitatnya antara lain dengan pemasangan poster, stiker, dan himbauan tentang pelestarian satwa liar ( khususnya primata dan burung ) Kebon Binatang, Taman Kota, Hutan Kota, dan lain-lain sesuai degan kesempatan dan kemampuan kalian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Aksi nyata yang akan dilakukan adalah:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">……………………..</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">…………………….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">…………………….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">…………………….</p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Mari mulai melestarikan satwa liar dilindungi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Caranya dengan :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Meluangkan waktu untuk berjalan-jalan menikmati keindahan kehidupan satwa di alam. Lebih baik melihat satwa di alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Tidak merusak habitat tempat hidup satwa liar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Tidak menangkap satwa liar atau berusaha memeliharanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Tidak mengikuti trend memelihara satwa liar dilindungi seperti kukang, elang, ular, biawak, dll</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Tidak membeli produk hiasan atau kosmetik dari bagian tubuh satwa liar yang diawetkan .</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Mencoba mengenal lebih jauh satwa liar (khususnya<span> </span>primata dan burung ) dengan membaca informasi yang ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Memulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Bergabung dalam kelompok kegiatan pelestarian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">! Tunjukan kepedulian kita terhadap satwa liar, jngan malu, bosan atau gengsi untuk membantu kampanye pelestarian satwa liar!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>II. HABITAT SATWA LIAR</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Habitat adalah tempat hidup atau satu beberapa individu mahluk hidup. Sebagai<span> </span>suatu tempat hidup, habitat harus dapat memenuhi kebutuhan mahluk hidup yang menempatinya. Kebetuhan tersebut anatara lain kebutuhan akan tempat aktivitas, makan,bersosialisasi, istirahat, tidur, bermain, kawin, dan kebutuhan akan rasa aman. Bagi satwa liar, habitat yang terbaik tentunya di alam. Habitat tersebut dapat berada di tempat yang jauh dari pemukiman manusia seperti di hutan atau pegunungan, atau dapat juga berada di sekitar lingkungan kita seperti di halaman, ditepi jalan, di taman kota, dan ruang terbuka hijau lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Keberadaan satwa liar dihabitatnya, dapat membantu menjaga kelestarian habitat, antara lain dengan membantu penyerbukan dan penyebaran biji sehinnga vegetasi diluar habitat tersebut tetap terjaga. Selain itu kita dapat melihat dan menikmati keindahan dan keunikan perilaku satwa liar di habitatnya. Manfaat-manfaat ini kita dapat peroleh jika satwa liar dapat hidup nyaman di habitatnya.oleh karena itu, baik didaerah pemukiman maupun di alam, kita harus menjaga kelestraian satwa liar dan habitatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.1 Habitat Satwa Liar di Pemukiman</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.1.1 Tujuan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengenal tumbuhan pemukiman sebagai habitat satwa liar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memberikan gambaran tentang jenis-jenis tumbuhan serta fungsinya masing-masing dan menyokong kehidupan satwa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memahami akan pentingnya ketersedian taman kota, lahan terbuka hijau dikawasan perkotaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memahami pentingnya ketersedian Taman-taman kota dan lahan terbuka hijau diperkotaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Dapat melakukan aksi-aksi nyata yang mendukung pelestarian satwa liar dan habitatnya di kawasan pemukiman.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.1.2. Pengantar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Tempat hidup yang paling tepat untuk jenis satwa yaitu dikawasan yang ekosistemnya masih alami. Meskipun demikian beberapa jenis satwa masih mampu beradaptasi pada ekosistem buatan, salah satu contohnya adalah kawasan pemikiman manusia. Di kawasan ini burung, mamalia ( khususnya jenis tikus ), dan serangga mampu beradaptasi dengan baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Beberapa komunitas yang berpotensi sebagai habitat satwa liar di kawasan pekotaan adalah hutan kota, taman kota, ruang terbuka hijau, kebun campuran ( talun ), pemukiman dan kawasan tegakan vegetasi lainya.dalam modul pendidikan lingkungan ini, pembahasan habitat satwa diperkotaan hanya dibatasi pada dua tipe komunitas saja yaitu taman kota dan ruang terbuka hijau.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>1.Taman Kota</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Berikut ini kutipan definisi<span> </span>taman dan taman kota:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Taman </strong>Adalah sebidang tanah yang dibentuk sedemikian rupa dengan menggunakan elemen alami dan atau buatan dengan dipandu ciptaan manusia menjadi suatu segitiga dimensional yang menarik, indah, sehat dan dapat memberikan rasa nyaman bagi siapun yang melihatnnya ( Sumitra, 2002 ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Taman Kota </strong>Adalah ruang dengan penggunaan yang terbatas, bentuk yang fleksibel, kontruksi bangunan digunakan serendah mungkin sedangkan material alami semaksimal mungkin, untuk sarana bersantai dengan pemandangan yang indah, tempat merenung, meditasi, tiduran, bermimpi, bercerita, sosialisasi dan bermain secara bebas ( Eckbo, 1964 ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Masih banyak pendefinisian taman yang dilakukan oleh berbagai ahli dari bermacam-macam disiplin ilmu, mulai dari yang bermakna sederhana sampai yang cukup komplek, walaupun demikian pada umumnya definisi-definisi taman tersebut nampaknya tidak terlepas dari unsure vegetasi dan estetika.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Adanya vegetasi dalam komunitas taman kota menjadukan taman kota tidak hanya berpotensi sebagai habitat satwa, tetapi juga dapat memiliki fungsi yang lain seperti pengatur iklim mikro, sebagai kawsan resapan air, peredam kebisingan, dan penyedia oksigen.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">2. Ruang Terbuka Hijau.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Ruang Terbuka Hujau merupakan kawasan di wilayah kota ( selain taman kota ) yang diperuntukan untuk lahan terbuka hijau pada umumnya berbentuk jalur mengikuti bentukan jalan, sungai, pantai dan lainnya. Bentuk kongkrit yang sering kita dijumpai adalah jalur hijau sepanjang jalan dan resapan daerah resapan air serta jenis tumbuhan yang ditamannya adalah jenis pohon ( seperti Damar, Palem Raja, Mahoni, Angsana), perdu berbunga ( seperti Oliander, Nusa Indah, Dadap ), semak ( Anak Nakal dan Teh-Tehan ) dan tanaman penutup tanah<span> </span>( Kriminil dan rumput ). Salah satu contoh daerah ruang terbuka hijau yaitu jalur hijau sepanjang jalan dan daerah-daerah resapan air ( seperti Babakan Siliwangi, jalan Dago, jalan Sukajadi Atas ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.1.3 Fungsi Taman Kota dan Ruang Terbuka Hijau ( TK- RTH ).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Secara garis besar TK- RTH memiliki fungsi sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Fungsi Lansekap</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Fungsi ini meliputi fungsi secara Fisik untuk peneduh, pelindung, pembatas, pembentuk ruang, pengindah, pewangi, dan fungsi sosial sebagai sarana rekreasi, pendidikan, sosialisasi, dan kesehatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Fungsi Ekologis</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Ditinjau dari tinjauan ekologis meliputi Fungsi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Paru-paru kota</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Setiap tamanan selalu melakukan aktivitas fotosintesis, dalam peristiwa ini CO<sub>2</sub>, yang ada di dalam akan diserap oleh tumbuhan untuk dijadikan karbohidrat, oksigen, dan energi. Sekitar 400.000 juta ton oksigen dibebaskan oleh pepohonan di dunia tiap tahunnya, sehinnga1 hektar daun hijau dari tanaman yang tumbuh normal akan menyerap CO<sub>2</sub> pada lapisan 30 m di atas tanaman mampu menyerap CO<sub>2</sub> perjam yang setara dengan CO<sub>2</sub> yang dihembuskan oleh 200 orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Pengatur Iklim Mikro, yaitu sebagai penurun suhu udara dan meningkatkan kelembaban <strong><em>( evapotranspirasi</em></strong><em> ). </em>Sebuah pohon mampu mengisolir pengupan air 400 liter perhari, jika air tanah cukup taman kota juga mampu menurunkan suhu sekitar 3 % dan menaikan kelembaban<span> </span>1 % pada siang hari di awal musim penghujan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Habitat satwa liar dan pelestari plasma nutfah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Oro-hidrologis yaitu penyedia air tanah dan pencegah erosi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengyrangi polusi udara dan peredam kebisingan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengurangi bahaya hujan asam melalui proses intersepsi ( pengikatan gas ) dan gutasi<span> </span>( penguapan<span> </span>titik-titik air ) oleh permukaan daun.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Fungsi estetika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Fungsi<span> </span>estetika lebih ditampilkan dengan ukuran, bentuk, warna, dan tekstur tanaman untuk keindahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.1.4. Stuktur Komunitas Vegetasi Penyusun TK-RTH</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Ditinjau secara vertikal yaitu dari ketinngian jenis tanaman yang terdapat didalamnya, stuktur taman kota berbagi menjadi dua kelompok yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Taman berlapis dua yaitu komunitas vegetasi yang terdiri dari pepohonan dan rumput atau penutup tanah yang lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Taman berlapis banyak yaitu komunitas vegetasi yang terdiri dari<span> </span>jenis pepohonan, perdu, semak, penutup tanah dengan berbagai ketinggian ditambah dengan jenis epifit dan liana. Taman kota inilah yang mempunyai kemiripan dengan hutan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Adapun pembagian strata tanaman yang ditanam ditaman kota dapat mengacu ada pembagian strata pada hutan tropis ( gambar 2.4 ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Kriteria Pemilihan Jenis Tanaman di TK&amp; RTH</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Jenis tanaman yang dipilih tergantung fungsi utama TK-RTH. Kriteria pemilihan jenis tanamna yang cocok ditanam meliputi:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Serbuk sari tanaman tersebut tidak bersifat alergi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->tidak membahayakan<span> </span>penguna misalnya daun tidask mempunyai rambut rambut pembuat gatal, batangnya tidak berduri, dahan dan ranting tidak mudah patah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Bentuk perakaran dalam dan tidak merusak struktur keras tanaman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Ukuran da bentuk tanaman dewasa, sesuai dengan keadaan taman dan tidak mengganggu atau merusak keindahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Pertumbuhan cepat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Umur panjang dan selalu diadakan regenerasi pepohonan yang telah tua karena tanaman yang masih muda mampu menyerap CO<sub>2</sub> lebih banyak dari pada tanaman yang telah tua</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Bentuk tajuk rapat dan lebar lebih cocok ditanam ditaman kota, sedangkan tajuk berbentuk kerucut lebih cocok ditaman diruang terbuka hijau</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tekstur daun berbulu dan mempunyai permukaaan kasar misalnya Waru ( <strong><em>Hibiscus tilliaceus</em></strong> ) Kersen <em>( <strong>Muntingia calabora</strong> )</em> mempunyai peranan lebih baik sebagai penyerap debu/ partikular dibanding dengan daun yang permukaanya licin atau tidak berbulu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Bentuk tubuh tanaman indah, yaitu bentuk tajuk, daun, dan warna bunga</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Penyebaran bunga dan buah serta serta sifat adaptasi tanaman</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Syarat lain yang juga harus diperhatikan dalam pemilihan jenis yaitu dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tempat pertumbuhan tanaman <em>( <strong>edaphis</strong></em><strong> </strong>) meliputi jenis, tekstur, dan pH tanah, salinitas, dan ketinngian<span> </span>tempat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Meteorologis yang meliputi suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan intensitas radiasi sinar matahari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Budidaya ( silvikultur )meliputi ketahanan terhadap hama dan penyakit,kemudahan penyedian benih ataupun bibit, dan mudah dalam pemeliharaan termasuk daun dan bungai tidak dapat riontok sehingga menghasilkan banyak serasah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Ekologis yang meliputi :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;text-indent:18pt;">- Kemampuan untuk menghasilkan oksigen</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Pada dasarnya semua tumbuhan dapat menghasilkan oksigen, namun tanaman jenis damar<span> </span>( <strong><em>Agathis damara</em></strong><em> ),</em> daun kupu-kupu <strong><em>( Bauhinia purpurea</em></strong> ), Lamtoro <em>( <strong>Leucanea leucocephala</strong> ), </em>Akasia <em>( Acacia sp )</em> dan Beringin <em>( <strong>Ficus benjamina</strong> )</em> ini dapat menghasilkan oksigen lebih banyak dibandingkan dengan jenis tanaman lainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">- Kemampuan untuk mengurangi polusi: selain dapat mengahsilkan oksigen, jenis tumbuhan berikut juga mempunyai peranan sebagai penyerap polutan. Polutan Pb dari pembakaran bahan bakar dapat terserap lebih banyak oleh daun dan batang kulit johar <strong><em>( Cassia siamea</em></strong><em> )</em>, Asem Reges <strong><em>( sPhithechelobium dulce</em></strong><em> ),</em> Damar <em>( <strong>Agathis damara</strong></em> ), Kasumba <em>( <strong>Bixa orellana</strong> ),</em> Kere Payung ( <strong><em>Fillicium decipiens</em></strong> ), dan Mahoni ( <strong>Swietenia macrophylla</strong> ) dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Logam berat lain seperti Zn dan CU dapat diserap oleh<span> </span>Dawolong ( <strong><em>Acalypha wikesiana</em></strong> ), Angsana <strong><em>( Pterocarpus indicus</em></strong> ) dan Rumput Pahit <strong><em>( Akonopus compressus</em></strong> ). Sulfur dioksida dan Nitrit dioksida lebih efektif diserap oleh daun Kayu Manis ( <strong><em>Cinamommum burmani</em></strong> ). Co2 lebih bannyak diserap oleh jenis tumbuhan<span> </span>kacang-kacangan misalnya kacang merah dan buncis <strong><em>( Phaseolus vulgaris</em></strong><span> </span>) yang mampu menyerap Co.2 sebesar 120 kg / km2/hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><span> </span>- Struktur tumbuhan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Struktur tumbuhan yang paling baik dipilih adalah struktur berstrata banyak. Strata bertingkat lebih potensial untuk menurunkan suhu udara dan menaikan kelembaban udara, mencegah erosi karena air yang jatuh kepermukaan tanah telah berupa percikan, mengurangi kadar debu sekitar 53 %, menyerap lebih banyak ozon<span> </span>( O3 ) terutama statum A, dan habitat satwa liar.untuk mengurangi tingkat kebisingan<span> </span>dapat digunakan jajaran seragam semak dan pohon yang rindang serta memiliki daun tebal berdaging yang selalu hijau setiap tahunnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Karakter Jenis Tanaman</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Karakteristik jenis tanaman yang cocok di tanam di Taman Kota:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Bertajuk melebar sehinnga dapat untuk berteduh</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Pertumbuhan Cepat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Kayu Kuat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tidak perlu pemeliharaan insentif</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Perakaran Dalam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tidak beracun ( pembuat gatal seperti<span> </span>Renghas<span> </span><em>Glutta reunghas</em> )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tidak berduri</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Sebaiknya ditanam jenis yang berdaun berbulu supaya dapat menyerap partikel debu di udara, contoh: Mahoni ( <strong><em>Swietania macrophylla</em></strong> ), Flamboyan ( <strong><em>Delonix regia</em></strong> ), Ganitri <strong><em>( Elaeocarpus grandifilora</em></strong> ), Bungur ( <strong><em>Lagerstoemia speciosa</em></strong> ), Beringin ( <strong><em>Ficus benjamina</em></strong> )</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;text-indent:54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Karakterristik jenis tanaman yang baik untuk di tanam di Ruang terbuka Hijau/ Jalur Hijau/ Tepi Jalan Raya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sebaiknya tajuk kerucut ( tajuk tidak terlalu lebar )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Akar tidak merusak pondasi jalan ( jenis akar yang tidak memiliki banir dan tidak tumbuh melebar di permukaan )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Kayu kuat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tidak membahayakan<span> </span>penggguna jalan, misalnya asem duri dan kere payung ( mengeluarkan saponin yang jika terkena air hujan akan menyebabkan jalan licin )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Pertumbuhan cepat, contoh: Damar ( <strong><em>Agathis damara</em></strong> ), Palem Raja ( <strong><em>Roystonia regia </em></strong>)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sedang untuk jalur hijau<span> </span>( pembatas jalan<span> </span>) sebaiknya jenis semak<span> </span>dan herba, sehinnga tidak menghalangi pemandangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Taman Kota dan Ruang Terbuka Hijau sebagai Habitat<span> </span>Satwa Liar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Salah satu komponen komunitas<span> </span>taman yang dinilai penting adalah jenis satwa khususnya burung. Hal ini karena burung selain mudah ditemukan, juga memiliki bulu dan suara yang indah sehinnga menarik perhatian manusia. Disamping burung juga dapat membantu penyerbukan bunga, penyebaran biji dan mencegah kerusakan tanaman dari seranga serangga ( Ford, 1989 ). Dengan demikian burung tersebuat selain dapat<span> </span>dijadikan sebagi salah satu komponen daya tarik Taman, juga tidak secara langsung burung ikut menjaga kelestarian tanaman yang terdapat di taman.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Kelompok satwa yang ditemukan di taman kota antara lain:</p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="circle">
<li class="MsoNormal">Mamalia misalnya Tupai ( <strong><em>Tupaia       sp</em></strong> ), Kucing ( <strong><em>Felis domestica</em></strong> ), Tikus ( <strong><em>Rattus       rattus</em></strong> )</li>
<li class="MsoNormal">Aves ( burung ) misalnya burung       Madu Kuning/ Sriganti ( <strong><em>Nectarinia</em></strong> <strong><em>jugularis</em></strong> ), Madu Merah ( <strong><em>Aethopyga siparaja</em></strong> ), Kutilang       ( <strong><em>Pyctonotus</em></strong> <strong><em>aurigaster</em></strong> ), dan lain-lain.</li>
<li class="MsoNormal">Reptilia misalnya Kadal ( <strong><em>Mayoba       sp</em></strong> ), Bunglon ( <strong><em>Chameleo chameleon</em></strong> ), Cicak ( <strong><em>Cosymbotus       platyurus</em></strong> ), Ular Potlot ( <strong><em>Lialis jiccari</em></strong> ).</li>
<li class="MsoNormal">Amphibia misalnya kodok,</li>
<li class="MsoNormal">Jenis serangga misalnya semut,       kupu-kupu, nyamuk, belalang.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Jenis tanaman utama yang saat ini tercatat potensial dalam mendukung kehidupan burung<span> </span>(sebagai sumber <span> </span>pakan ) adalah Ki Hujan<span> </span>( <strong><em>Samanea saman</em></strong> ), <strong><em>Ganitri </em></strong>( <strong><em>Elaeocarpus grandiflorus</em></strong> ), Cemara laut ( <strong><em>Casuarina aquisetifolia</em></strong> ), Beringin ( <strong><em>Ficus benjamina</em></strong> ), Angsana <strong><em>( Pterocarpus indica</em></strong> ), Tanjung ( <strong><em>Mimusops elengi</em></strong> ), Flamboyan ( <strong><em>Delonix regia</em></strong> ), Karet Kebo ( <strong><em>Ficus elastica</em></strong> ), Ki Acret ( <strong><em>Spathodea campunulata</em></strong> ), Palem Raja ( <strong><em>Roystonia regia</em></strong> ), dan Sawit ( <strong><em>Eleacis guinenses</em></strong>)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Jenis tumbuhan yang biasa ditanam di TK- RTH</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Pohon</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Angsana ( <strong><em>Pterocarpus indicus</em></strong> ), Beringin <strong><em>( Ficus benjamina</em></strong> ), Biola Cantik <strong><em>( Ficus</em></strong> <strong><em>lyrata),</em></strong> Daun Kupu-kupu ( <strong><em>Bauhinia purpurea</em></strong> ), Bungur ( <strong><em>Lagerstromia speciosa</em></strong> ), Cemara laut ( <strong><em>Casuarina equisetifolia</em></strong> ), Dadap <strong><em>( Erythrina fusca</em></strong> ), Damar ( <strong><em>Aghatis </em>damara </strong>), Flamboyan <strong><em>( Delonix regia</em></strong> ), Ganitri ( <strong><em>Elaeocarpus grandiflora</em></strong> ), Karet Kebo ( <strong><em>Ficus elastica</em></strong> ), Kenari ( <strong><em>Canarium commune</em></strong>), Ketapang ( <strong><em>Terminalia catappa</em></strong> ), Ki Acret <strong><em>( Spathodea campanulata</em></strong> ),<span> </span>Ki Hujan ( <strong><em>Samanea saman</em></strong> ), Kere Payung/ Ki Sabun ( <strong><em>Filicium decipiens</em></strong> ), Mahoni ( <strong><em>Swietenia mahagoni</em></strong> ), Palem Kuning ( <strong><em>Chrysalidocarpus lutescens</em></strong> ), Palem Raja ( <strong><em>Roystonia regia</em></strong> ), Pinus <strong><em>( Pinus mercusii</em></strong> ) Tanjung ( <strong><em>Mimusops elengi</em></strong> ), Waru ( <strong><em>Hibiscus similis</em></strong> ), dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Perdu</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Anak Nakal<span> </span>( <strong><em>Duranta erecta</em></strong> ), Kembang kertas ( <strong><em>Bougenvillea spectabillis</em></strong> ), Kembang sepatu ( <strong><em>Hibiscus rosasinensis</em></strong> ), Nus Indah ( <strong><em>Mussaenda frondosa</em></strong> ) Soka ( <strong><em>Ixora javanica</em></strong> ), dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Semak</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Anak<span> </span>Nakal ( <strong><em>Duranta erecta</em></strong> ), Azalea ( <strong><em>Rhododenron ledifolium</em></strong> ), Kembang Kacapiring ( <strong><em>Gardenia jasminoides</em></strong> ), Mawar ( <strong><em>Rossa hybrida</em></strong><span> </span>), Pecah beling ( <strong><em>Sericocalyx crispus</em></strong> ), Saliara <strong><em>( Lantara camara</em></strong> ), Teh-tehan ( <strong><em>Acalypha microphyla</em></strong> ), dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Herba</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>T</strong>egak : Bunga tasbih ( <strong><em>Canna hybrida</em></strong> ), Pedang-pedangan<span> </span>( <strong><em>Sansiviera trifasciata</em></strong> ), Bunga Tahi Ayam ( <strong><em>Tagedes erecta</em></strong> ), dan lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Penutup tanah : Adam Hawa dalam Perahu ( <strong><em>Rhoe discolor</em></strong> ), Kriminil ( <strong><em>Althernanthere ficoides</em></strong> ), Rumput Belulang <strong><em>( Eleusine indica</em></strong> ), Rumput Jepang, Rumput Pahit<span> </span>( <strong><em>Axonopus compressus</em></strong> ), Taiwan Beauty ( <strong><em>Cuphea hysosifolia</em></strong> ). Dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.1.8. Kegitan<span> </span>Lapangan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Kegiatan 1. PENGAMATAN VEGETASI DI PEKARANGAN</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Tujuan : Mengetahui keragaman jenis tanaman dipekarangan memahami fungsi tanaman bagi manusia dan satwa liar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Dasar Teori, Tempat hidup yang paling tepat untuk jenis satwa adalah ekosistem alami dikawasan dengan vegetasi alami ( hutan ). Meskipun demikian beberapa jenis satwa masih mampu beradaptasi pada ekosistem buatan dengan salah satu contohnya adalah kawasan pemukiman manusia. beberapa jenis satwa yang sangat berhasil beradaptasi dengan lingkungan binaan bahkan menjadi hama yang tentu saja sangat merugikan manusia. jenis- jenis satwa yang mampu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan adalah jenis burung, mamalia ( khususnya jenis tikus ) dan serangga.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Beberapa komunitas yang berpotensi sebagai habitat satwa liar dikawasan perkotaan adalah<span> </span>hutan kota, taman kota, ruang terbuka hijau, kebun campuran ( talun ) pekarangan dan kawasan dengan tegakan vegetasi lainnya. Jenis-jenis tumbuhan di pekarangan pada umumnya dari jenis tanaman buah-buahan atau tanaman hias. Sehingga jenis satwa yang bisa kita lihat dari jenis burung pemakan biji-bijian, pemakan serangga dan burung penghisap madu serta dari berbagai macam jenis serangga. Selain itu dari jenis mamalia seperti kelalawar pemakan buah-buahan atau serangga.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">c. Alat dan Bahan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Alat tulis</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Buku panduan tentang tumbuhan pekarangan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Binokuler</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">d. Langkah Kerja</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Amati daerah/ rumah-rumah di sekitar kalian yang memiliki pekarangan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Catat semua tumbuhan dipekarangan yang kalian temukan pada tabel pengamatan ( satu rumah berserta halaman sekitarnya dianggap sebagai satu petak ).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Catat pula satwa liar yang kalian temukan .</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">e. Pertanyaan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menurut kalian apa tujuan dan fungsi dari pengamatan ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tumbuhan apa yang jumlah individunya paling banyak? Mengapa ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tumbuhan apa yang paling sering ditemukan ? Mengapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:12pt 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Adakan kaitannya dengan satwa liar? Jelaskan?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>HABITAT SATWA LIAR DI ALAM</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Tujuan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Mengenal berbagai jenis tumbuhan yang ada di hutan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Mengetahui berbagai jenis tumbuhan yang menjadi sumber makanan satwa liar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Memahami fungsi, isi dan tipe hutan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Memahami hubungan antara vegetasi dalam hutan dengan satwa liar di dalamnya</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Menganalisa permasalahan yang terjadi dengan melihat kondisi hutan secara langsung</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Dapat melakukan aksi-aksi nyata yang mendukung pelestarian satwa liar dan habitatnya di alam/ hutan .</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">2.2.2. Pengantar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hutan merupakan salah satu<span> </span>tempat hidup ( habitat ) alami berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar. Hutan indonesia termasuk yang ada dipegunungan merupakan salah satu hutan yang terluas di dunia. Dengan luas total 144 juta hektar, 64 juta hektar adalah hutan produksi, 31 juta hektar<span> </span>hutan konversi, 19 juta hektar hutan konservasi<span> </span>dan 30 juta hektar hutan produksi. Hutan indonesia dengan hutan hujan tropis melingkupi 10% hutan tropis dunia<span> </span>berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menyaring emisi<span> </span>co2</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Fungsi Hutan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Sebelum kita bicara banyak tentang hutan, kita perlu mengetahui fungsi utama hutan terlebuh dahulu. Fungsi utaman hutan yaitu:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong>Fungsi<span> </span>Ekologi</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hutan dengan tumbuhannya dapat menghasilkan oksigen</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Dapat menyimpan air hujan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Mencegah banjir, erosi dan longsor</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Penyedia makanan baik untuk satwa liar maupun manusia</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Tempat satwa liar<span> </span>untuk mencari makan, bersarang dan berkembang biak.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong>Fungsi      Ekonomi</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Sebagai objek wisata alam</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hasil hutan dapat dimanfaatkan ( dijual ) sebagai sumber pendapatan daerah maupun negara</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Fungsi Hutan<span> </span>Berdsarkan<span> </span>Peruntukannya</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Fungsi Konservasi, yang terbagi menjadi tiga yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hutan pelestarian alam, terdiri<span> </span>dari taman nasional, taman wisata alam dan taman hutan raya</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Taman Buru;<span> </span>kawasan hutan dimana orang dapat berburu satwa dengan aturan yang ketat.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong>Fungsi      Lindung</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Diperuntukan guna mengatur dan melindungi tata air, mengurangi erosi, mencegah bahaya banjir, dan memiliki pengaruh yang baik terhadap iklim di sekelilingnya, serta pemeliharaan kesuburan tanah</p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong>Fungsi<span> </span>Produksi</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Diperuntukan guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>2.2.4. Tipe Hutan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Hutan Pantai</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hutan<span> </span>yang terdapat di pantai, tanahnya kering berpasir dan berbatu, terletak beberapa meter di atas garis pasang tertinggi. Contoh tumbuhannya yaitu ketapang, Waru Laut, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Hutan Mangrope/ Bakau/ Payau</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Hutan yang terdapat di dekat pantai yang nulai terendam air serta di pengaruhi oleh pasang surut. Karena air pada hutan Mangrove airnya payau, maka hutan ini disebut juga hutan payau. Contoh tumbuhannya yaitu Bakau, Api-api, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>Hutan Rawa</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hutan yang berada di delta atau tepi sungai dan biasanya selalu terendam air tawar. Contoh tumbuhannya yaitu Palem Merah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hutan Rawa Gambut</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hutan yang tumbuh di atas tanah gambut, tebalnya berkisar 1-20 m dan biasanya di genangi air yang berasal dari air hujan dan tanahnya tidak begitu subur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hutan Hujan Daratan Rendah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hutan ini<span> </span>terdapat didaerah yang beriklim basah, dengan ketinggian 0-1000 m dpl ( diatas permukaan laut ). Sebagian besar hutan Indonesia adalah hutan daratan rendah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hutan Hujan Tropis</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hutan yang terdapat di daerah beriklim basah, ketinggian antara 1000-2000m dpl. Karena curah hujannya tinngi maka jenis tumbuhan sangat beragam dan rapat tumbuhnya mulai dari jenis pohon besar, perdu, herba, semak, paku-pakuan, anggrek, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hutan Savana</strong>, merupakan campuran dari padang rumput dan pohon, yang kadang jarang dan kadang lebat. Biasanya terdapat di daerah beriklim kering. Contoh tumbuhanya yaitu cendana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hutan Musim</strong>, hutan yang terdapat di tempat yang memiliki perbedaan musim kemarau dan hujanya sangat jelas. Tipe hutannya menggugurkan daun pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Contoh tumbuhannya yaitu jati, Mahoni, Cendan, dan lain lian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2.2.6 Bentuk Tumbuhan yang Hidup di Hutan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Secara sederhana, bentuk tumbuhan ( habitus ) dibedakan menjadi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Batang tidak berkayu, terdiri atas tumbuhan rendah di sebut <strong><em>Fine</em></strong> dan tumbuhan tegak disebut <strong><em>herba </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Batang berkayu, terdiri atas :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Liana</em> </strong>yaitu tumbuhan rebah/ memanjat berkayu dan kuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Semak</em> </strong>yaitu tumbuhan tegak yang mempunyai cabang pertamanya dekat tanah dan maksimal 1 meter.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Perdu</em> </strong>yaitu tumbuhan tegak yang mempunyai cabang pertamanya jauh dari tanah maksimum 5 meter.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Pohon</em> </strong>yaitu tumbuhan yang tegak yang mempunyai cabang pertamanya dari tanah lebih dari 5 meter.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hubungan satwa Liar dengan Keberlangsungan Hutan secara Alamiah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keberadan satwa liar di hutan mempunyai peranan penting bagi keberlangsungan<span> </span>terjaganya hutan secara alami. Satwa liar yang mempunyai peranan sebagai salah satu bagian rantai makanan, penyeimbang ekosistem hutan dan membantu penyerbukan serta secara tidak langsung membantu dalam penyebaran biji sebagai bibit untuk menjadi tumbuhan baru. Oleh sebab itu satwa liar sering dijadikan sebagi indikator kualitas lingkungan..</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;"><strong>10. Daftar Pustaka</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">BKSDA JABAR II, Sub Balai Konservasi SDA. 1999. <strong>Buku Informasi Kawasan Konservasi Propinsi Jawa Barat. </strong>Ciamis: Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat II</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">International BirdLife. 2003<strong>. Menyelamatkan Burung-Burung Asia yang Terancam Punah: Panduan untuk Pemerintah<span> </span>dan masyarakat Madani ( Edisi Indonesia ).</strong> Cambrid: BirdLive Internasional MacKinnon, John. Phillipps, K. Van Balen, Bas. 1992 <strong>LIPI-Seri Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan ( Termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei Darusalam</strong> ). Bogor; Puslitbang Meijaard, E. Rijksen, H. D. Kartikasaro, S. N. 2001<strong>. Di Ambang Kepunhan! Kondisi</strong><span> </span><strong>Orangutan Liar di Awal Abad ke-21</strong>. Jakarta: The Gibbon Foundation</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Noerdjito Mas, Maryanto Ibnu. 2001 <strong>Jenis-jenis Hayati yang Dilindungi Perundang</strong>-<strong>undangan Indonesia. </strong>Cibinong: Balitbang Zoologi Puslitbang Biologi- LIPI</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Shannaz, J. Jepson, P. Rudyanto. 1995<strong>. Burung-burung Terancam Punah di Indonesia</strong>. Jakarta: PT Karya Sukses Sejahtera</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;">Soehartono Tonny, Mardiastuti. 2003<strong>. Pelaksanaan Konvensi CITES di Indonesia.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Jakarta: Japan International Cooperation Agency</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kkssmk12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kkssmk12.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kkssmk12.wordpress.com&amp;blog=5615984&amp;post=3&amp;subd=kkssmk12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kkssmk12.wordpress.com/2008/11/23/satwa-liar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b2ad6d580834d6f87c210a478d3dd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kkssmk12</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
